Gerakan Ummat Islam Jember Gelar Aksi Terkait Kasus Ahok

Jumat (04/11), ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Ummat Islam Jember gelar aksi solidaritas terkait kasus Ahok di Alun-Alun Kabupaten Jember. Menurut Ari Rahman selaku koordinator lapangan 2, kegiatan ini bertujuan untuk melanjutkan kasus penistaan agama yang dinilai belum ada proses hukum yang berarti. Rangkaian acara dalam aksi ini antara lain orasi pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pelaksanaan longmarch dan diakhiri dengan penyerahan petisi kepada Kapolres Jember.

Seusai ibadah salat Jum’at, ratusan warga berkostum warna putih berkumpul di depan Masjib Baitul Amien Jember untuk menyerukan Aksi Bela Quran. Sebagian besar peserta berasal dari Jember, namun ada juga warga dari luar kota yaitu Lumajang, Situbondo dan Banyuwangi, karena di daerahnya belum ada kegiatan serupa. Rata-rata warga yang datang dalam aksi ini bertujuan untuk menyuarakan aspirasinya terkait dengan kasus yang menimpa Ahok atau Basuki Tjahaya Purnama yang dituduh telah menistakan agama. Ali (54) salah satu perwakilan dari Lembaga Pendidikan Al Furqon Jember mengatakan bergabung dalam gerakan ini karena  rasa kecintaannya pada Allah dan merasa kitabNya dihina. “Kita saja yang dihina mesti marah, apalagi Allah yang dihina, wajib hukumnya…”, tegasnya lagi. Ali dan rombongannya ingin memberi dorongan untuk teman-temannya yang di Jakarta dalam memperjuangkan ayat-ayat Allah.

Beberapa anak dan remaja bergabung dalam kegiatan ini. Sandi (15), salah satu pelajar SMP Swasta yang ada di Jember diperbolehkan pulang lebih awal oleh pihak sekolah jika ingin mengikuti aksi. Dia datang bersama 17 remaja lainnya dari daerah Kencong. “Karena ikut-ikutan…”, ucap Sandi saat ditanyai terkait alasannya mengikuti kegiatan.

Anak-anak ikut serta dalam aksi
Anak-anak ikut serta dalam aksi

Tidak hanya remaja, anak-anak dan balita juga diikutsertakan. Pada saat orasi pembukaan sudah disampaikan pihak panitia agar ibu yang membawa anaknya yang masih kecil untuk tidak mengikuti longmarch dan menunggu di area alun-alun. Namun masih banyak ibu yang menggendong atau menggandeng anaknya tetap ikut dalam kegiatan longmarch. Anak-anak kecil membawa spanduk yang bertuliskan “Ahok Jaga Mulutmu! Mulutmu harimaumu!”, dan beberapa tulisan lainnya.

“Kami menegaskan bahwa ini adalah aksi damai, bela Al Quran, bela Islam, bukan aksi Anti cina. Karena menjadi jawa ataupun cina itu bukan pilihan, tapi takdir…”, kata Ust. Abu Hasan Al Hafiz dalam orasi pembukaan sebelum kegiatan longmarch. Menurutnya kegiatan ini murni untuk menegakkan hukum. Peserta longmarch juga dihimbau agar tidak mengeluarkan kata-kata kotor dan tetap menjaga kebersihan.

Panitia dan beberapa relawan yang membantu dalam kelancaran Aksi Bela Quran ini berasal dari berbagai ormas yang ada di Jember. Dana kegiatan seperti konsumsi, spanduk atau dana lain yang digunakan dalam kegiatan ini berasal dari para relawan. Menurut panitia,Aksi Bela Quran  ini terinspirasi dari  kegiatan serupa yang telah diadakan di Surabaya dan Malang beberapa minggu yang lalu.  Panitia menyebarkan ajakan untuk bergabung dalam aksi ini melalui media sosial.

Penyerahan petisi bela Islam dari Korlap GUIJ kepada Kapolres Jember
Penyerahan petisi bela Islam dari Korlap GUIJ kepada Kapolres Jember

Puncak dari aksi ini adalah penyerahan petisi dari GUIJ kepada Kapolres Jember untuk diteruskan kepada pihak pusat. Isi dari petisi tersebut antara lain: 1) Mengawal penuh Fatwa MUI terhadap penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, 2) Mendesak Presiden Indonesia khususnya para penegak hukum dari kepolisian, kejalsaan, dan pengadilan untuk segera dan cepat melakukan proses hukum terhadap Ahok tanpa intervensi dari manapun dan 3) Mendesak aparat penegak hukum untuk menangkap dan memenjarakan Ahok. Kapolres Jember, Sabilul Alif menerima petisi ini dan akan meneruskannya pada pemerintah pusat.

Nurfitriani dan Hidayatul M.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *