AD ART Belum Disusun, BEM dan BPM UJ Sudah Dibentuk

 

Jumat (09/12), di Gedung Rektorat Lantai 3 Universitas Jember diadakan sosialisasi BEM, BPM dan UKM tingkat Universitas yang dihadiri oleh seluruh ketua atau perwakilan dari masing-masing BEM, BPM dan UKM. Acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan Tugas Pokok dan fungsi serta hal-hal lain yang terkait dengan terbentuknya BEM dan BPM transisi meski AD ART belum tersusun.

BEM transisi yang disahkan pada tanggal 29 Nopember 2016 ini dibentuk sebagai perintis berdirinya BEM di Universitas Jember  yang sebelumnya tidak pernah terrealisasi. Menurut Nadia Kurniasih, selaku ketua BEM transisi, perundingan tentang pembentukan BEM tingkat universitas ini sudah dilakukan sejak tahun 2002 namun tidak juga membuahkan hasil. Berdasarkan perundingan yang panjang dan turunnya surat tugas pendirian BEM di Universitas Jember dari Pembantu Rektor 3 yang lama, akhirnya disepakati terpilihnya ketua dan terbentuknya BEM dan BPM transisi untuk menyusun AD ART dan menyiapkan Pemilu Raya BEM yang baru dan ideal (dengan adanya AD ART) pada bulan maret mendatang.

Menurut Drs. Zulfikar, Ph.D., selaku Wakil Rektor I, Prestasi Universitas Jember dari segi kemahasiswaan tidak mengalami peningkatan dengan nilai sebesar 0,0,  ini salah satunya karena banyak kegiatan kemahasiswaan yang tidak terdata dengan baik. Wakil Rektor I juga mengharapkan dari adanya BEM dan BPM nanti agar seluruh elemen masyarakat di Universitas Jember dapat bekerjasama untuk memajukan universitas terutama https://www.viagrasansordonnancefr.com/achat-viagra-forum/ dari kegiatan mahasiswanya.

Wakil Rektor I juga menyatakan pada kegiatan sosialisasi, bahwa masing-masing mahasiswa UKM tidak perlu khawatir dengan adanya BEM dan BPM tidak akan mempersulit keberadaan UKM itu sendiri dalam mengajukan TOR ataupun kegiatan lainnya. BEM ini akan dilibatkan dalam proses pengunggahan TOR masing-masing UKM sebelum diterima oleh WR I. Pihak BEM akan menerima informasi kegiatan UKM dan meninjau lagi penyusunan TOR yang baik jika diperlukan. Sesuai dengan perencanaan WR I bahwa segala sistem yang akan digunakan bagi kemahasiswaan ke depan lebih bersifat paperless. BEM hanya dilibatkan dalam sistem, sementara perizinan dan pendanaan kegiatan tetap menjadi wewenang pihak kemahasiswaan dan WR I.  Hal ini diupayakan untuk memperbaiki sistem keuangan kemahasiswaan dimana tiga tahun terakhir anggaran dan keuangan Universitas Jember yang terburuk ada di kemahasiswaan.

Pada sesi penampungan Aspirasi, Yuli Santoso selaku Ketua KSR PMI, menanyakan landasan yang digunakan BEM dan BPM transisi dalam menjalankan tugas tersebut karena AD ART belum terbentuk. Hal tersebut dijawab oleh Nadia, bahwa landasan mereka dalam menjalankan tugas sebagai BEM dan BPM transisi yang hanya berlangsung selama tiga bulan tersebut adalah berdasarkan SK Rektor dan surat tugas dari PR III. Miranda (Sekjen BPM) mengakui, BEM dan BPM yang terpilih memang belum ideal karena belum memiliki AD ART dan mengajak seluruh elemen mahasiswa baik BEM, BPM maupun UKM untuk bekerjasama membentuk BEM dan BPM yang ideal. Wakil Rektor I juga menambahkan, “Semuanya harus mundur untuk maju, jangan mencari salahnya saja…”. Hal itu dikarenakan mengingat ini dalam keadaan darurat dan usaha untuk menyusun AD ART demi terbentuknya BEM dan BPM yang ideal. Selama tiga masa tiga bulan nanti, BPM, BEM dan UKM masih menjalankan kegiatan masing-masing sesuai dengan sistem yang lama sebelum AD ART tersusun. Pihak kampus juga menjamin akan memfasilitasi segala kegiatan yang berhubungan dalam penyusunan AD ART BEM dan BPM yang akan melibatkan seluruh BEM, BPM dan UKM yang ada di Universitas Jember.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *