Belum Satu Suara, UUD IKM Sudah Disahkan

Menindaklanjuti acara Pembicaraan Tingkat I (Penyampaian sikap mini) terhadap Rancangan Undang-Undang Dasar Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Jember (RUUD IKM UNEJ) Jumat, 17 Februari 2017 digelar acara Pengesahan UUD IKM UNEJ bertempat di aula gedung rektorat lantai 3.

Pada acara pembicaraan tingkat I sebelumnya yang digelar 20 Januari 2017, perwakilan levitra long term effects dari Badan Perwakilan Mahasiswa (BEM), Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) telah menentukan sikap terhadap pembentukan IKM itu sendiri. Mereka yang hadir mayoritas sepakat dengan terbentuknya IKM, beberapa diantaranya sepakat dengan syarat bahwa IKM memiliki Surat Keputusan  Pendirian IKM.

Dihadiri oleh Wakil Rektor I (WR I) dan Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Jember, acara yang seharusnya dimulai pukul 13.00 WIB baru dapat terlaksana pukul 14.18 WIB. Dalam sambutannya WR I, Drs. Zulfikar, Ph.D. berharap apa yang disampaikan dan dikembangkan dalam UUD IKM merupakan aspirasi untuk selanjutnya ditindaklanjuti sebagai dasar penyelenggaraan pemilu raya.

Tidak dipungkiri pula oleh Zulfikar, bahwa penyusunan UUD IKM tersebut minim waktu. “Saya melihat kita bekerja begitu maraton, keterbatasan waktu menjadi celah kita semua sehingga hasilnya belum tentu optimal” ujarnya. Terlihat dari mulai pengesahan pembentukan BEM transisi pada 29 Nopember 2016, beberapa hal juga terkesan terburu-buru. Sementara itu beberapa kali rapat yang diselenggarakan juga bertepatan dengan waktu libur kuliah sehingga tidak semua perwakilan organisasi universitas hadir untuk memberikan aspirasi dalam perbaikan RUUD IKM.

Meskipun penyampaian sikap mini terhadap RUUD IKM telah dilakukan, kenyataannya pada pengesahan UUD IKM yang dilakukan hari ini masih terdapat perwakilan yang belum satu suara. Rudox Sitompul perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian (UKMK) mengira ketika WR I menghadiri acara, akan ada diskusi secara langsung tentang RUU IKM. “Saya bingung ketika WR I pergi dan bilang selamat bekerja, saya kira kita bisa ngobrol bareng” tuturnya. Begitu pula yang diungkapkan oleh perwakilan dari perwakilan UKM PRAMUKA, M. Zuhda WP “Coba dibicarakan dulu sama teman-teman” ucap Zuhda menirukan kata-kata WR I sebelum meninggalkan ruangan. “Apa saya harus melihatkan arti kata dibicarakan dari kamus besar Bahasa Indonesia?” sindir Zuhda.

Tanggapan-tanggapan yang diutarakan UKMK dan PRAMUKA ini mengacu pada hasil rapat sebelumnya terkait pembahasan RUUD IKM  yang mendapatkan masukan-masukan untuk perbaikan. RUUD IKM yang telah mendapat masukan dan perbaikan tidak diedarkan secara hardcopy, melainkan dibagikan lewat  whatsapp sehingga ada beberapa pihak belum mendapatkan dan mengetahui draf RUUD IKM yang telah diperbaiki. Pada rapat kali ini pun tidak dibahas lagi dan UUD IKM langsung disahkan.

Menghadapi keadaan yang demikian, Ade Prasetyo selaku ketua BPM Universitas menyatakan bahwa penyampaian keberatan atas UUD IKM dapat disampaikan di kongres mahasiswa. “Saya rasa karena ini (UUD IKM) sudah ditandatangani dan disahkan oleh ketua BEM pembicaraan ini kami anggap selesai, jika mengajukan keberatan silahkan di kongres mahasiswa dan ketentuannya ada di undang-udang kongres” tandasnya.

Belum ada satu suara yang jelas, acara bertajuk “Pembicaraan Tingkat II Pengesahan UUD IKM UNEJ” tersebut ditutup dengan doa. “Kalau hanya melihat penandatanganan dari ketua BEM, pas dikasihkan ke WR I kita nggak tahu pembicaraan apa yang terjadi sementara di dalam forum saja masih ruwet ” kata Rudox. “Kita nggak keberatan dengan IKM hanya prosedurnya saja yang dari kemarin ada sidang tapi kita nggak tahu prosesnya disana” tambah Zuhda.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *