Local Visual: Persembahan Dari DKK

Tetesan air membasahi kemeja kotak-kotak saya. Ya, malam ini gerimis setelah beberapa jam lalu hujan lebat. Mata saya mengedarkan pandangan ke sekitar gedung Soetarjo Universitas Jember, Senin (27 Februari 2017). Di kiri saya ada banner yang bertuliskan “Local Visual” yang diselenggarakan oleh UKM Dewan Kesenian Kampus (DKK) Universitas Jember.  Di depan saya ada beberapa tenda sponsor yang menjual makanan. Langkah saya tak berhenti pada tenda itu, namun pada  barisan kursi yang ada didepan pintu gedung Soetarjo. Setelah bertanya pada panitia, pameran akan dibuka setelah diresmikan oleh dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UJ, Prof. Dr. Akhmad Sofyan, M.Hum.

“Gong”.

Tanda pameran sudah dibuka. Setelah memakan konsumsi yang disediakan panitia, saya dan pengunjung berbondong-bondong masuk ke venue. Kaki saya melangkah ke kiri. Beberapa laki-laki mentap lukisan yang dipajang, sambil berbincang-bincang tentang lukisan itu.  Mata sayapun tak henti mengamati lukisan-lukisan tersebut sambil bertanya-tanya dalam hati, bagaimana cara membuatnya biar bisa seperti itu, apa bahan-bahannya, jenis cat apa yang dipakai, dan masih banyak lagi. Mata saya mengamati karya yang berjumah lebih dari 200 ini.

Irvan Muhlis, selaku pimpinan produksi acara mengatakan bahwa acara ini dibuat karana geliat perupa di Jember mulai progresif dan perkembangan  proses mahasiswa Jember yang lumayan giat. “Jadi sekaligus kita membuka ruang  untuk berkumpul bareng di acara Local Visual ini,” tambahnya. Menurutnya juga, Local Visual sebagai dasar untuk mengangkat identitas dimana acara ini berlangsung, yakni Jember. Sedangkan visual adalah nama bentuk acaranya yaitu visual.

Pameran ini berlangsung dari tanggal 27 Februari 2017 sampai  1 Maret 2017 dari pukul 10.00-22.00 WIB yang diikuti oleh pelukis dari Jember dan  luar kota seperti, Padang, Jakarta, Jogja, Malang, bahkan Mesir. Tak hanya pameran yangada dalam acara ini, namun ada diskusi dan kelas umum.

Bener-bener terselenggara sesuai dengan apa yang temen-temen DKK cita-citakan,” jawab Irvan ketika ditanyai tentang harapannya terhadap acara ini. Selain itu diharapkan acara ini memberikan suguhan yang bener-bener diterima masyarakat. Melihat antusiasme masyarakat, jika tidak ada halangan tahun depan atau beberapa tahun lagi akan diadakan pameran serupa.

M. Abdul Rasyid, salah satu pelukis yang karyanya dipajang di pameran mengatakan bahwa acara ini bagus, karena panita datang satu persatu mengambil karya langsung dari rumah ke rumah. Okki Dwi P, siswa yang sedang menempuh pendidikan di SMAK St. Paulus yang menyetorkan karyanya mengatakan jika pameran ini membantu seniman atau pecinta seni menyalurkan hobinya sehingga bisa memamerkan karyanya, walaupun tidak bisa memamerkan karyanya diluar kota. Menurutnya suasananya lumayan enak, namun ada kekurangan dari suasana dan tata kelolanya. “Suasananya lebih diperbaiki lagi,” tambah Okki.

Ahyes, salah satu mahasiswa FIB UJ mengatakan bahwa acara ini bagus karena tidak semua mahasiswa di fakultasnya bisa mengekspresikan dirinya melalui lukisan. “Kita bisa lebih mengapresiasi  seniman dan memberikan penilaian terhadap karya mereka,” tambahnya. Firda, mahasiswa FIB UJ yang suka menggambar berpendapat bahwa acara ini bagus untuk pelaku seni. Karya yang di pamerkan dengan yang di upload di sosmed itu memiliki rasa yang berbeda. “Tapi kalau dipajang itu rasanya seneng banget,” ujarnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *