Sudah Dua Hari, Bazar Buku di PKM Masih Sepi

Gedung PKM yang terlihat sepi

Sejak Senin kemarin (15/05/17), bazaar buku di acara UNEJ Library Exhibition yang berlokasi di Gedung PKM UJ (Universitas Jember) masih sepi pengunjung. Abut (37 tahun) salah satu penjaga stand buku yang juga perwakilan dari Jelajah Kata (Konsorsium Pergabungan Penerbit Jogja), mengaku di UJ ini antusias mahasiswanya dalam membeli buku masih kurang jika dibandingkan dari kota lain yang pernah dia kunjungi. ‘’kalau saya rasa masih kurang dibandingkan dengan misal dari Semarang, antusias mahasiswanya luar biasa, UIN Bandung, Unsoed, tapi nggak tahu juga mungkin karena di dalam gedung,  atau mungkin karena apa saya juga nggak tahu, tapi saya lihat sih pamflet sudah disebar.’’ Hal ini juga dirasakan Sinta, penjaga stan dari penerbit Intrans, mengaku buku yang terjual dari hari pertama kemarin masih 11 eksemplar. ‘’Kalau pagi lumayan yang datang, tapi mulai sore mulai sepi…’’, ungkap Sinta yang juga merupakan mahasiswi Unmuh Jember.

Acara UNEJ Library Exhibition ini diadakan oleh Perpustakaan UJ yang bertujuan untuk menyemarakkan hari buku sedunia yang juga berdekatan dengan hari pendidikan nasional. Rangkaian kegiatan pada acara ini antara lain Bazar Buku, Bincang Literasi, Seminar Kepenulisan dan Writing Contest. Ini adalah acara pertama Perpustakaan UJ yang berlokasi tidak di gedung perpustakaan dan dengan konsep perlombaan. Tahun-tahun sebelumnya masih berupa bazar di gedung perpustakaan sendiri dan pengunjungnya cukup tinggi. Taufik selaku koordinator acara juga mengungkapkan bahwa antusias mahasiswa yang mengikuti lomba cukup tinggi namun tidak dengan pengunjung bazar buku. ‘’Kalau antusias untuk mengikuti lomba-lomba banyak,hanya untuk pengunjung dari satu hari kemarin jujur saja kurang. Saya tidak tahu apakah minat bacanya kurang atau info yang kami berikan belum nyampek’’ Ungkap Taufik. Pihak perpustakaan juga merasa sudah maksimal dalam melakukan publikasi baik melalui media sosial , brosur maupun spanduk. Penerbit bahkan turut membantu menyebarkan brosur hingga ke area pelosok Jember seperti daerah Kencong.

Hida selaku Kepala Perpustakaan UJ juga melihat terjadi penurunan pengunjung bazar buku yang diadakan pihak perpustakaan kali ini. Tahun sebelumnya acara bazar buku murah dan diadakan di gedung perpustakaan ramai pengunjung. Sementara di bazar kali ini lokasinya di PKM dan harga bukunya lebih bervariasi. Kebanyakan didiskon dan hanya yang dari penerbit Kompas Media saja yang diobral. Selama menjabat sebagai kepala perpustakaan UJ, Hida melihat angka statistik pengunjung dari mahasiswa cukup tinggi yaitu antara 800-1000 per hari. Namun pihak perpustakaan juga ingin melihat minat baca mahasiswa melalui pembelian buku. ‘’Karena mungkin harganya yang disini lebih variatif atau mungkin memang sekarang trendnya lebih ke gadget dan anak muda lebih suka menggantungkan pencarian informasi melalui google’’, kata Hida.

Perpustakaan UJ sudah berusaha mendekatkan diri pada masyarakat seperti beberapa waktu lalu melalui acara yang lebih dekat dengan anak muda yaitu stand up comedy untuk mengajak masyarakat baik mahasiswa maupun umum agar mau berkunjung ke perpustakaan. Antusias yang cukup tinggi ini menjadi salah satu alasan pihak perpustakaan berani mengadakan acara yang lebih besar seperti sekarang. Rendahnya pengunjung hingga hari kedua di acara bazar buku ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk meningkatkan promosi.

Salah satu pengunjung, Daniel (Mahasiswa Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember) berharap acara bazar semacam ini sering diadakan lebih besar lagi dan ada sosialisasi pada masyarakat secara lebih luas. Daniel mengaku mengetahui informasi ini dari salah satu temannya yang kuliah di UJ. ‘’Sehinga masyarakat yang ingin mendapat ilmunya bisa datang dan bisa tahu’’ kata Daniel saat diwawancarai selasa (16/05/17) kemarin. Selain Daniel, Sofyan (Mahasiswa FIB UJ) yang mendapatkan informasi bazar ini dari Media Sosial mengaku senang dengan adanya bazar yang dekat kampus seperti ini sehingga bisa mengubah persepsi mahasiswa yang awalnya hanya belanja baju menjadi belanja buku. Bagi Sofyan membaca buku itu semacam kebutuhan pokok. Di Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei Sofyan juga ingin berpesan pada anak muda, ‘’Membaca buku padankan dengan makan nasi! ’’

Daniel dan Sofyan merupakan contoh dari beberapa pengunjung yang antusias dengan adanya bazar di PKM ini. Meskipun tak seramai acara bazaar makanan ataupun konser acara kesenian, kegiatan bazar ini masih diharapkan kehadirannya oleh segelintir mahasiswa. Taufik selaku orang yang sudah lama menjadi bagian di perpustakaan UJ berharap agar mahasiswa lebih rajin membaca buku untuk meningkatkan daya pikir dan daya saing di masa depan nantinya.[]

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *