Laporan dari FKIP: Pemilih Cukup Antusias Gunakan Hak Suara

Suasana berbeda nampak di ruang 15-16 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember pada Kamis (02/11/2017). Terlihat keramaian yang lebih dari hari-hari biasanya. Ada beberapa mahasiswa yang berjajar ke belakang seperti mengantre sedangkan ada beberapa lagi yang duduk di lantai. Hari ini dilaksanakan pemilihan umum Ketua dan Wakil BEM Universitas Jember (UJ).

Menurut edaran yang telah disebarkan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM), pemilihan umum akan dilaksanakan mulai jam 08.00-16.00 WIB. Seluruh mahasiswa yang masih aktif terdaftar sebagai pemilih tetap. Di FKIP sendiri tercatat ada sekitar 3000 pemilih tetap. Itu sudah dikurangi oleh mahasiswa yang telah lulus. Hal ini disampaikan oleh Ahmad Humaidi, salah satu anggota KPUM yang menjadi koordinator wilayah bagian FKIP. Pada pemilihan umum ini menggunakan sistem e-TPS. Pemilih dapat menyalurkan hak pilihnya menggunakan komputer yang telah disediakan oleh  KPUM. FKIP menyediakan 5 unit komputer untuk menunjang kegiatan ini.

Kegiatan pemilihan di FKIP baru dimulai pukul 08.30, molor 30 menit dari jadwal yang telah ditentukan. Para pemilih mulai berdatangan dan mengantre untuk masuk ruangan. Setelah menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), mereka diperbolehkan masuk ruangan dan menunggu. Baru satu jam berjalan, tepatnya pada pukul 09.30 WIB terjadi eror  yang membuat aplikasi untuk memilih terganggu. Menurut Ahmad Humaidi, eror ini terjadi tidak hanya sekali. “Sudah 3 kali eror ketika dibuka, tapi ini yang paling lama.” ungkapnya. Selain FKIP, ada beberapa fakultas yang juga bermasalah, misalnya Fakultas Ilmu Komunikasi (FIK), Fakultas Hukum, dan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB). Hal ini membuat proses pemilihan menjadi terganggu. Ada beberapa pemilih yang meninggalkan ruangan karena lama menunggu. Akhirnya, setelah hampir 1 jam, proses pemilihan dapat dilanjutkan setelah UPTTI (UJ) memperbaiki permasalahannya.

Terpantau sejak e-TPS dibuka sampai waktu istirahat sekitar pukul 12.00 WIB, sudah sekitar 221 suara yang masuk. Hal itu berdasarkan catatan presensi yang disediakan oleh panitia. E-TPS tutup sekitar satu jam. Pada pukul 13.00 WIB, proses pemilihan dilanjutkan kembali. Beberapa pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya rata-rata mengeluhkan hal yang sama, yakni kurang tertatanya urutan memilih. Panitia yang bertugas kurang dapat memaksimalkan perannya. Ria salah satu pemilih yang berasal dari Prodi Pendidikan Matematika angkatan 2015 mengatakan bahwa agak ribet saat akan memilih. “Kita nggak tahu urutannya bagaimana, asal ada komputer yang kosong yang maju.” ujarnya. Ninda mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika seangkatan Ria juga mengatakan hal yang sama. Ria mengaku senang dengan antusias mahasiswa FKIP. “Senang dengan antusiasnya, tapi kebanyakan masih angkatan 2016 dan 2017.”(pemilih-red). Puji, mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (PLS) juga mengeluhkan antrean saat akan memilih. “Mungkin karena tidak ada nomer antreannya itu ya. Trus mungkin komputernya bisa dilebihkan.” sarannya. Untuk harapan bagi pasangan terpilih nantinya, Siti Rodiah, mahasiswa PLS angkatan 2016 mengatakan keinginanya. “Semoga lebih baik aja dan jangan omong kosong saja.”

Mengenai kurangnya panitia di FKIP sehingga muncul keluhan tentang bingungnya urutan antrean, Ahmad Humaidi ketika awal telah mengatakan kalau anggota KPUM yang ada di FKIP hanya 2 orang, pengawas pemungutan suara ada 3 dan saksi 5 orang. Anggota KPUM yang lainnya telah tersebar di fakultas yang lain. Kondisi terakhir pada pukul 13.50 WIB, sudah ada sekitar 400 yang menyampaikan hak suaranya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *