Pesta Demokrasi Fakultas Hukum

Penulis: Rizaldi Abdilah*

Pemilu raya Universitas Jember (UJ) tengah berlangsung di setiap fakultas (2/11/2017), begitu pula di fakultas hukum. Pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) dilakukan secara online melalui SISTER. Untuk pemilu raya yang pertama kalinya, KPUM UJ mengusung sistem E-TPS. Melalui sistem ini, Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa menggunakan hak pilihnya di TPS yang telah ditentukan menggunakan komputer yang tersedia. Bertempat di ruangan MMC, pemilihan dimulai sejak pukul 08.00 WIB. “Pemilihan sudah dimulai sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB” ucap Moch. Musta’anul Khusni selaku Ketua KPUM.

Puluhan mahasiswa berbaris didepan E-TPS untuk menunggu gilirannya masuk. “Dari mahasiswa fakultas hukum sendiri ya sangat antusias, terlihat tadi ada beberapa angkatan yang ikut memilih dimulai dari angkatan 2015, 2016 dan 2017 mereka sangat besar antusiasnya, antriannya sangat panjang” kata Kholifi salah satu pemilih. Mahasiswa yang hendak memilih diwajibkan untuk menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang dimiliki. Setelah itu baru diperbolehkan untuk masuk dan mengisi daftar hadir. Proses pemilihan berlangsung sangat terbuka. “Tata ruang sudah baik namun alangkah lebih baiknya peletakan komputer tidak dihadapkan ke depan tapi ke belakang sehingga lebih tertutup lagi , juga untuk penataan antrian itu lebih dirapikan lagi” ujar Jan Mahardika, salah satu pemilih.

Beberapa mahasiswa juga mengeluhkan kemacetan server yang membuat proses pemilihan menjadi lebih lambat. Dari lima komputer yang disediakan hanya satu komputer yang dapat difungsikan dengan optimal. “Ada kemacetan server yang membuat pemilihan terhambat yang saya cemaskan, itu akan menurunkan minat mahasiswa untuk memilih karena harus menunggu lama” ungkap Kholifi. Trouble yang terjadi diduga karena jaringan wifi yang sangat lambat sehingga untuk mengakses web sering kali gagal.

Musta’anul membenarkan adanya trouble yang terjadi. “Ya memang terjadi eror bahkan di semua fakultas, oleh karena itu KPUM menyediakan lima komputer bukan itu berfungsi semua, tapi untuk bisa dijalankan satu per satu kalaupun ada yang eror pemilihan bisa tetap berjalan karena eror bisa jadi karena beberapa cela, namun yang utama saya lihat tadi adalah dari segi jaringan internet” ujarnya. Namun KPUM dengan PANWASLU sudah berkoordinasi untuk mengatasi hal tersebut. Mereka akan berunding untuk mempertimbangkan pertambahan waktu untuk pemilihan.

Meskipun ada beberapa kesalahan pemilu raya yang diselenggarakan di fakultas hukum tetap berjalan hingga akhir. Mahasiswa tetap berbaris dan berdatangan ke E-TPS untuk menggunakan hak konstitusionalnya sebagai mahasiswa. “Akan percuma kita yang membayar uang kuliah tapi tidak turut berpartisipasi dalam pemilihan ini” ucap Don salah satu pemilih.[]

*Penulis merupakan anggota magang di UKPKM Tegalboto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *