Panggung Solidaritas “Kabut Pekat di Wajah Petani”

Aliansi Peduli Petani menggelar acara bertajuk “Kabut Pekat di Wajah Petani” di Alun-Alun Jember (20/02/2018). Rangkaian acara meliputi pembacaan puisi dan orasi, musikalisasi puisi, teaterikal puisi serta nyanyian kemanusiaan dibawakan secara maraton mulai jam 08.00-22.00 WIB. Acara “Kabut Pekat di Wajah Petani” ini merupakan sebuah panggung untuk seruan solidaritas untuk petani berem di desa Sumberejo Ambulu yang mendapatkan intimidasi dari beberapa pihak.

Muhammad Baharudin selaku ketua panitia menyebutkan bahwa sebelumnya dari Aliansi Peduli Petani dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sempat mengadakan aksi serupa sebanyak dua kali terkait kasus tersebut. “Sudah dua kali acara seperti ini, namun tidak ada kejelasan dari pemerintah kabupaten,” ungkapnya. Tidak adanya kejelasan tersebut akhirnya mendorong terselenggaranya aksi solidaritas melalui acara “Kabut Pekat di Wajah Petani” sebagai kritik langsung kepada pemerintah. Melalui sajak mereka mencoba melakukan suatu perlawanan.

Tujuan utama acara ini adalah membantu dan memperjuangkan keadilan untuk para petani berem yang lahan pertaniannya terancam dialih fungsikan menjadi tambak udang. Penyerobotan lahan dilakukan oleh PT Sifer Sumber Rejeki dan PT Sifer Kartika. Penyerobotan lahan tersebut berdampak besar bagi para perani berem yang kehilangan sumber mata pencaharian. Selain itu, banjir dan kekeringan juga kerap melanda.

Selain dari Aliansi Peduli Petani, turut berpartisipasi pula teman-teman pers mahasiswa, organisasi kesenian, pecinta alam, dan komunitas lainnya. Safia dari STAIFAS Kencong menuturkan jika ia turut berpartisipasi dalam acara ini untuk menunjukkan kepedulian terhadap petani yang sedang menangis. Senada dengan Safia, Andi yang turut membacakan puisi menuturkan jika banyak yang tidak mengetahui konf lik petani berem di Ambulu, dia berharap dengan adanya acara ini dapat membuat orang lain lebih peka terhadap sekitar. “Acara ini bisa membuat orang lain lebih peka terhadap apa yang ada disana,” tuturnya.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *