Kelas Pantomim: Persamaan Persepsi Seni Pertunjukan Pantomim Jember

            Sejak Rabu (21/02/2018) sampai Kamis (22/02/2018), suasana di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Jember (UJ) tampak sedikit berbeda. Hal tersebut dikarenakan adanya sebuah “Workshop Kelas Pantomim” yang diadakan oleh Komunitas Jember Pantomime (J’mime) bekerjasama dengan UKM Kesenian UJ.

Workshop ini merupakan yang pertama kalinya dari kerjasama antara kedua belah pihak di tahun 2018 ini. Menurut seorang perwakilan dari UKM Kesenian UNEJ yaitu Lailatus Siyamu Fitri, acara ini bertujuan untuk memberikan materi dasar tentang pantomim untuk guru-guru Sekolah Dasar (SD) karena belakangan tiap tahunnya ada perlombaan mulai dari kecamatan hingga ke provinsi. Alasan workshop ini ditujukan untuk guru SD beserta anak didiknya dikarenakan ingin mengenalkan seni pertunjukan pantomim sejak usia dini dan selain itu juga bermanfaat untuk perkembangan motorik anak. “Selain itu juga untuk menunjang para guru-guru agar lebih kreatif dalam mengembangkan seni pertunjukan pantomim” imbuhnya.

Saat ditanya sejak kapan acara ini diadakan, dia mengatakan bahwa acara tersebut baru pertama kali diadakan dan merupakan hasil dari pertemuan kemudian kumpul ngopi bareng, sharing serta diskusi singkat antara UKM Kesenian UJ khususnya bidang teater dengan J’mime itu sendiri. Untuk persiapannya sendiri Syifa mengatakan bahwa mereka telah menyusun acara ini kurang lebih dalam waktu satu bulan.

Day, salah satu anggota dari J’mime menambahkan bahwa tujuan workshop sebenarnya ingin menyamakan persepsi tentang pantomim di Jember yang pada awalnya minim animo tentang pantomim itu sendiri. “Kita mengajak, kita sharing, bagaimana sih pantomim itu sebenarnya, bagaimana tekniknya” tuturnya.

J’mime sendiri merupakan suatu komunitas penggiat seni pertunjukan pantomim di Jember yang Day bentuk bersama dengan teman-teman penggiat pantomim lain di Jember yang ditemuinya lewat pementasan-pementasan yang pernah dilaluinya. Dia memulai pertunjukan pantomimnya dari desa ke desa lewat karang taruna kemudian merambah ke pentas yang lebih besar bersama dengan rekan-rekan J’mime yang telah dibentuknya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *