Penulis: Redaksi

Panggung Solidaritas Untuk Petani Temon

Panggung Solidaritas Untuk Petani Temon

Berita
Aninditya Ardana* “Panggung Solidaritas Perjuangan Petani Temon” oleh Aliansi Perpustakaan Jalanan bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kampus (DKK) berlangsung Senin (23/04/2018) bertempat di depan halaman gedung Ki Hajar Dewantara Fakultas Ilmu Budaya. Acara ini sempat tertunda sekitar 40 menit dikarenakan ada beberapa mahasiswa yang masih mempunyai jam kuliah meminta panitia untuk menunda dimulainya acara “Panggung Solidaritas Perjuangan Petani Temon” ini akan diisi dengan pemutaran film dan diskusi, pembacaan puisi serta musik akustik. Ada tiga film yang akan diputar yaitu HAM Aku Neng Kene, Kinjeng Wesi, dan Tanah Istimewa. Sadam selaku ketua panitia menuturkan bahwa “Panggung Solidaritas Perjuangan Petani Temon” ini bermula dari cerita salah satu anggota Aliansi Perpustakaan Jemb
Menilik Berdirinya Kedai Doeloe

Menilik Berdirinya Kedai Doeloe

Jejak
Penulis: Endah Prasetyo dan Wulan Indriyani* Kedai Doeloe merupakan kedai kopi yang bertempat di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Kedai Doeloe didirikan 14 November 2014 oleh Frans (27). Ia merupakan perintis kedai kopi pertama di Kalisat. “Kedai itu sama seperti warung kopi biasanya, cuma ada di dalam ruangan. Gak keanginan.” ujar Frans. Pada awal berdirinya hingga berjalan satu tahun, kedai tersebut tak bernama, kemudian diberi nama A’Cafe yang artinya sebuah kafe. Nama tersebut merupakan usulan dari Hakim, salah satu teman Frans. Pada tahun 2015 nama kedai tersebut diubah menjadi Kedai Doeloe. kata “Doeloe” mengandung arti ajakan. Secara Bahasa Jawa, yaitu  “Sek” yang artinya dulu, jadi maksud dari nama “Kedai Doeloe” yaitu “Ngopi Sek” (Ngopi Dulu). Kedai Doeloe berdiri karena su
Open Recruitment 2018: Mari Berproses Bersama UKPKM Tegalboto

Open Recruitment 2018: Mari Berproses Bersama UKPKM Tegalboto

Berita
Salam Pers Mahasiswa! Hallo mahasiswa! Pramodya Ananta Toer mengatakan jika menulis adalah bekerja untuk keabadian. Meninggalkan jejak untuk selalu diingat oleh manusia lain, bahwa ia pernah ada. Mengukir sebuah sejarah untuk manusia itu sendiri. Untuk bisa menulis, Kuntowijoyo mengatakan ada tiga syarat: Menulis, menulis dan menulis. Menulis apa? J.K Rowling mengatakan mulailah dengan apa yang kamu ketahui, pengalaman dan perasaanmu. Bagi seorang jurnalis, menulis adalah suara untuk menyampaikan kebenaran. Menyampaikan suara pada mereka yang tak bisa bersuara. Menurut Andreas Harsono ketika kekuasaan menindas akal, maka jurnalisme harus melawan. Sekilas tentang Unit Kegiatan Pers Kampus Mahasiswa (UKPKM) Tegalboto merupakan pers mahasiswa (persma) yang berdiri pada 1993. Tega...
Sepatu Kaca Cinderella – The Anomaly of Love

Sepatu Kaca Cinderella – The Anomaly of Love

Media Cetak
Cinta versi Cinderella tak pernah ada di dunia nyata. Perempuan yang mengalami gelaja Cinderella Complex akan kesulitan jika memaksakan diri untuk bertemu pangeran impian. Cinta dari pangeran tidak bisa menjamin hidupnya akan selalu bahagia. Cinta yang diagungkan itu bisa tumbuh namun juga bisa luruh. Saat cinta sedang mekar-mekarnya bisa jadi seorang yang jatuh cinta akan memberikan segalanya demi orang yang dicintai. Namun ketika cintanya itu mulai memudar, dunia seakan berhenti dan perpisahan tak bisa dihindari lagi. Sebuah paragraf dari rubrik teropong yang ditulis Nurfitriani, mencoba mengantarkan pembaca untuk bercumbu dengan "cinta". "Bukan tentang definisi, atau bagimana cinta yang ideal harus dipahami. Tapi lebih pada penggambaran bagimana cinta mengisi keseharian hidup kita ya...
Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar: Finding Journalist

Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar: Finding Journalist

Event
UKPKM Tegalboto dan UKM-P Binary present :Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar “Finding Journalist”. Tantangan di era yang serba cepat, serba instan mendorong tidak hanya media berkompetisi kian ketat, namun juga menuntut konsumen berita lebih skeptis dalam menanggapi arus informasi yang mengalir deras. Sebagai seorang jurnalis harus mampu sebagai “penjaga pintu plus”. Karena di era digital mereka akan dituntut sebagai seorang wartawan, editor, kadang bahkan reporter untuk dirinya sendiri tanpa melanggar kode etik jurnalistik. Selain menjadi konsumen berita, masyarakat pun mampu menjadi seorang pewarta warga. Mereka harus pandai-pandai memilih media dan berita secara bijak dan skeptis. Lalu bagaimana menjadi jurnalis di era digital? Bagaimana menjadi konsumen berita yang skeptis