Penulis: Hidayatul M

FIB Menolak BEM

FIB Menolak BEM

Berita
Kamis, 2 November 2017 Universitas Jember mengadakan pemilu raya.  13.33 WIB saya sudah ada di Pendopo Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UJ. Lima komputer yang ada berjejer itu tidak ada yang menggunakan. Berbeda ketika pukul 8.27 pagi tadi di FKIP. Sudah ada orang bergerombol mengantre di depan pintu dan duduk di ruang tunggu.  Di tangga pendopo terlihat beberapa orang yang sedang duduk. Pada waktu itu baru 112 peserta yang memilih dari 1775  daftar pemilih tetap. Elisa, yang menjadi saksi mengatakan bahwa di FIB sepi pemilih, berbeda dengan fakultas lain. Ia tidak tahu alasannya mengapa sepi pemilih, karena ia bukan mahasiswa FIB. Menurut Setya Hanafi (pemilih) , sepinya pemilih dikarenakan kurangnya sosialisasi. Sosialisasi hanya di KAUJE tidak di setiap fakultas. Menurutnya pula, tidak ber
Sarasehan Budaya dan Apresiasi Seni Pandalungan

Sarasehan Budaya dan Apresiasi Seni Pandalungan

Berita
Kamis, 12 Oktober 2017, pukul 9.37 WIB, saya berada di gedung KAUJE Universitas Jember. Acara Sarasehan Budaya dan Apresisasi Seni Pendalungan dengan tema “Merayakan Tradisi Lisan dan Musik Etnik dalam Perspektif Lokal-Global” sudah dimulai. Mata saya terfokus pada dua orang yang sedang duduk di depan. Di sebelah kiri, ada seorang perempuan berjilbab dan menggunakan baju berwarna merah muda. Di kanan perempuan tersebut ada seorang pria berkulit putih kemerah-merahan, berbaju abu-abu dan rambutnya berwarna putih. Pria berkulit putih itu adalah Philip Yampolsky. Ia adalah direktur dan pendiri Robert E. Brown Center for World Music. Selama enam bulan, Ia berkeliling di beberapa universitas, salah satunya Universitas Jember. Disetiap acaranya, ia  memberikan ceramah, seminar atau kuliah
Local Visual: Persembahan Dari DKK

Local Visual: Persembahan Dari DKK

Berita
Tetesan air membasahi kemeja kotak-kotak saya. Ya, malam ini gerimis setelah beberapa jam lalu hujan lebat. Mata saya mengedarkan pandangan ke sekitar gedung Soetarjo Universitas Jember, Senin (27 Februari 2017). Di kiri saya ada banner yang bertuliskan “Local Visual” yang diselenggarakan oleh UKM Dewan Kesenian Kampus (DKK) Universitas Jember.  Di depan saya ada beberapa tenda sponsor yang menjual makanan. Langkah saya tak berhenti pada tenda itu, namun pada  barisan kursi yang ada didepan pintu gedung Soetarjo. Setelah bertanya pada panitia, pameran akan dibuka setelah diresmikan oleh dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UJ, Prof. Dr. Akhmad Sofyan, M.Hum. “Gong”. Tanda pameran sudah dibuka. Setelah memakan konsumsi yang disediakan panitia, saya dan pengunjung berbondong-bondong ma
Cerpen: Pengakuan Bagus

Cerpen: Pengakuan Bagus

Sastra
Sebut saja saya Bagus, bukan nama yang sebenarnya. Saya adalah pria berdarah Jawa- Padang dan mengikuti adat Jawa. Tinggal di desa yang menganut adat istiadat jawa membuat tingkah laku saya diperhatikan tetangga. Itulah yang membuat saya sampai sekarang tak bisa jujur tentang keadaan yang sebenarnya.  Saya pria mapan yang berprofesi sebagai General Manager  di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Surabaya. Tidak seperti masyarakat jawa pada umumnya, saya berkulit putih susu, berhidung mancung, berwajah tampan seperti bapak saya. Saya dan bapak memiliki sifat yang sama, yaitu jika sudah mencintai sesuatu akan merelakan apa saja untuk memilikinya. Kini usia saya 32 tahun, dan sampai sekarang belum pernah membawa calon istri ke rumah. Bapak dan Ibu mulai resah karena saya tak kunju