Penulis: Fitri

Pimpinan Redaksi UKPKM Tegalboto
RAJA SALMAN DATANG

RAJA SALMAN DATANG

Sastra
  Raja Salman datang Semua orang istana menyambut dengan senang Segala perjamuan dihidangkan Pelayanan terbaik diberikan   Raja Salman datang Membawa 112 orang Disertai 7 menteri Diiringi 19 pangeran   Raja salman datang Menawarkan 11 nota kesepemahaman Demi politik, budaya dan ekonomi Tapi tak begitu jelas poin perlindungan TKI   Raja Salman datang Disaat Rusmini sedang menunggu hukuman mati Beserta 24 orang lainnya Hanya karena dituduh punya ilmu guna-guna   Raja Salman datang Berbicara tentang investasi Disaat 25 TKI di Saudi akan dihukum mati Tak https://www.viagrapascherfr.com/viagra-generique-brevet/ kunjung diselamatkan Tak kunjung ada perlindungan   Raja Salman datang ...
Yang Bernafaskan Keberagaman

Yang Bernafaskan Keberagaman

Risalah
Kaum Nasrani di Wonosobo merayakan Natal tanpa ada riak. Kiai dan pendeta aktif menebarkan kerukunan. Kidung menyusup senja di lereng Gunung Mbeser. Tiga ratusan orang bersenandung memuja kebesaran Tuhan di depan altar. Jemaat mengikuti kebaktian Natal di Gereja Pantekosta Dusun Kaliputih, Desa Kaliputih, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Bondowoso, Rabu, 25 Desember lalu. Cemara Natal berdiri di dekat altar. Pucuk cemara hampir menyentuh langit-langit gereja. Kelap-kelip lampu serta rangkaian kembang mawar dan melati mempercantik cemara. Gereja Pantekosta Kaliputih ini berdiri damai di tengah mayoritas umat Islam. Jemaat yang beribadah petang itu datang dari berbagai penjuru Wonosobo. Koran Tempo, Jumat 27 Desember 2013   Media jurnalistik menjadi cerminan dari masyarakat pembacanya.
Kurang Persiapan, Bambu Gila Tak Berujung Kesurupan

Kurang Persiapan, Bambu Gila Tak Berujung Kesurupan

Berita
Suara gendang dan gong ditabuh bersahut-sahutan diiringi nyanyian macapat. Di sebelah kanan panggung, sebelas pria berusaha menaklukan bambu berruas tujuh dengan bendera berwarna hitam bertuliskan ‘’Komunitas Cemeti Amarasuli’’. Seorang pria berkacamata hitam yang menjadi pawang dengan udeng di kepala dan ikat pinggang tali tambang ukuran besar berwarna putih sibuk berkomat-kamit membacakan doa di depan para penakluk bambu yang meringis menahan tekanan dari kekuatan bambu. Di sudut-sudut lokasi tersebut lelaki-lelaki dengan pakaian hitam berjaga-jaga agar gerak adegan ini tidak mengarah pada penonton. Kepingan mahkota bunga mawar di sebar di tanah sekitar bambu. Dupa yang dibakar masih mengeluarkan asapnya menebarkan aroma hingga celah-celah penonton. Dua lelaki pemegang cemeti menyabe
Dunia Begitu Bising, Bu!

Dunia Begitu Bising, Bu!

Risalah
  Pagi ini aku ingin menyapamu Bu. Dunia begitu https://www.acheterviagrafr24.com/acheter-viagra-pfizer-tarif/ bising akhir-akhir ini. Betapa orang suka sekali membesar-besarkan sesuatu. Merasa paling benar, berteriak keras dengan mata nanar. Yang satu beropini demi apa yang ia yakini, satunya lagi menimpali dengan alasan yang tak kalah berapi-api. Sakit rasanya kuping ini Bu. Mungkin mereka kurang ngopi, atau mungkin waktu kecil belum diimunisasi. Kekebalan tubuh mereka buruk sekali. Betapa mudah dimasuki penyakit hati dari sana-sini. Bu, begitu banyak manusia di sini yang tak peduli pada kemanusiaan itu sendiri. Tanah saudaranya dikuasai, hak-haknya dirampas tanpa basa-basi. Kisah petani dalam dongeng Si Kancil yang sering Ibu ceritakan waktu kecil begitu mengenaskan nasib...
Kisah Cacing yang Suka Menulis dan Bebek yang Hobi Berdemo

Kisah Cacing yang Suka Menulis dan Bebek yang Hobi Berdemo

Sastra
  Siang itu matahari bersinar terik. Angin bertiup semilir. Serombongan bebek berlalu lalang merapatkan barisan. Membawa spanduk besar bertuliskan, “Selamatkan hewan dari tawanan perburuan!”. Mereka berjalan menuju balai perkumpulan masyarakat hewan di tengah hutan. Suara-suara mulai dipekikkan. http://www.achaten-suisse.com/ Pasukan mulai mengepakkan sayap membuat koreo sederhana bukti perlawanan. Mereka sering dikenal sebagai Komunitas BeMo (Bebek suka Demo) yang bergerak memperjuangkan hak-hak kaum hewan yang tertindas. Mereka bersatu karena sudah sekian lama mengalami kemuakan yang sama. Mengecam ketidakadilan. Mengumpat tindakan yang tidak berperikehewanan. Di ujung barisan paling belakang, nampak seekor cacing yang berjalan begitu pelan. Ia mencatat semua yang terja