Penulis: Sekli

Laporan dari FKIP: Pemilih Cukup Antusias Gunakan Hak Suara

Laporan dari FKIP: Pemilih Cukup Antusias Gunakan Hak Suara

Berita
Suasana berbeda nampak di ruang 15-16 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember pada Kamis (02/11/2017). Terlihat keramaian yang lebih dari hari-hari biasanya. Ada beberapa mahasiswa yang berjajar ke belakang seperti mengantre sedangkan ada beberapa lagi yang duduk di lantai. Hari ini dilaksanakan pemilihan umum Ketua dan Wakil BEM Universitas Jember (UJ). Menurut edaran yang telah disebarkan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM), pemilihan umum akan dilaksanakan mulai jam 08.00-16.00 WIB. Seluruh mahasiswa yang masih aktif terdaftar sebagai pemilih tetap. Di FKIP sendiri tercatat ada sekitar 3000 pemilih tetap. Itu sudah dikurangi oleh mahasiswa yang telah lulus. Hal ini disampaikan oleh Ahmad Humaidi, salah satu anggota KPUM yang menjadi koordinator wilayah bagian F...
Seminar Nasional Bersama Penulis Dilan Series dan Surat dari Praha

Seminar Nasional Bersama Penulis Dilan Series dan Surat dari Praha

Berita
 Untuk memperingati bulan bahasa yang jatuh pada bulan Oktober, Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris (Edsa) Universitas Jember (UJ) mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan literasi. Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 29 Oktober 2017 di Gedung Soetardjo UJ. Kegiatan ini dihadiri oleh Sunarlan, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya UJ, sekaligus membuka acara. Kegiatan yang bertajuk Seminar Nasional dengan tema Live in Book: Brain, Love, and Work ini menghadirkan Pidi Baiq dan Yusri Fajar sebagai pembicara. Yusri Fajar adalah seorang dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang, sekaligus penulis dari buku Surat dari Praha. Sedangkan Pidi Baiq adalah penulis yang terkenal dengan karya Dilan series.            Pukul 07.00 WIB banyak peserta seminar yang sudah datang. Mereka
Pesan Biyung

Pesan Biyung

Sastra
Dulu aku berpikir bahwa yang dibutuhkan manusia di dunia ini hanyalah kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Aku juga menganggap orang berpikir bahwa derajat setiap orang itu sama. Tapi satu kenyataan merubah semua pikiranku itu. Manusia tidak hanya membutuhkan kebahagiaan. Manusia juga membutuhkan rasa dihargai walaupun dia seorang yang hina sekalipun. Aku kembali termenung mengingat bagaimana dulu aku hanyalah seonggok daging yang selalu dipandang hina. Mereka yang melihat ku seakan jijik dan ingin sekali aku menjauh dari mereka. Ya! Kejadian 8 tahun lalu tidak akan pernah aku lupakan. Kejadian yang membuatku belajar lebih keras, kejadian yang membuatku bertekad bahwa aku juga mempunyai hak untuk dihargai. Pagi itu langkah kaki kecilku seakan tak tergoyahkan karena kerikil-kerikil ...
TETES GAIRAH

TETES GAIRAH

Sastra
Menyibak surya itu dengan lumuran darah.. Bermandikan tetes gairah yang tak tentu arah.. Dia menunggumu disini… Dengan pecut yang setia di tangan kiri Lalu, kemanakah tangan kanannya??? Tangan kanannya masih sibuk menimbang sekeping atau dua keping lagi.. Tangan kanannya masih asyik merogoh kepingan dan menaruhnya di laci.. Lalu laci itu dia tutup rapat dengan kunci.. Inikah yang selalu terjadi.. Saat tetes gairah yang tak tentu arah itu pergi.. Hanya sebuah harapan yang berada disisi Tanpa kepingan di laci.. Hanya sisa mulut manis yang menemani.. “Aku butuh tangan kananmu,,” kata sang pemilik tetes gairah Tetapi dia hanya memandangmu dari atas ke bawah.. Sekali lagi, kini mata dan dadamu ikut membuncah.. Dan sekali lagi dia hanya menatapmu dengan gagah… Kau butuh tete
Resensi Novel “2”

Resensi Novel “2”

Resensi
  Novel  “2” karya Donny Dhirgantoro menceritakan tentang seorang perempuan Indonesia yang berjuang dalam kehidupannya. Cerita berawal dari proses kelahiran seorang bayi yang bernama Gusni Annisa Puspita yang menjadi tokoh utama pada novel ini. Gusni, begitulah ia dipanggil adalah sosok seorang perempuan yang ceria. Sama seperti manusia yang lain, dia juga mempunyai sebuah kekurangan. “Kelebihan” yang ia miliki justru menjadi kekurangannya. Sejak lahir, Gusni memiliki kelainan genetik. Berat badannya selalu bertambah seiring bertambahnya usia. Beruntung, keluarganya menerima Gusni apa adanya. Papa, Mama dan kakaknya, Gita sangat menyayangi Gusni. Layaknya juga seorang manusia yang hidup dan bermimpi, Gusni juga memiliki sebuah impian yang ingin ia capai. Gusni mempunyai impian