Berita

QR Code Buat Dosen dan Mahasiswa Kerja Dua Kali

QR Code Buat Dosen dan Mahasiswa Kerja Dua Kali

Berita
Mahasiswa sedang scan QR Code untuk presensi kehadiran. (Foto: Primadana) Primadana* Sistem Informasi Terpadu (SISTER) Universitas Jember merupakan sebuah aplikasi  yang mengintegrasikan seluruh proses inti sebuah bisnis pendidikan, ke dalam sebuah sistem informasi yang didukung oleh teknologi terkini. SISTER juga didukung dengan QR Code yang digunakan untuk presensi kehadiran perkuliahan mahasiswa maupun dosen. Penggunaan QR Code memerlukan smartphone yang canggih dengan spesifikasi yang mumpuni  agar dosen dan mahasiswa bisa presensi kehadiran di perkuliahan. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) bersama dengan fakultas lainnya di Universitas Jember, mulai menerapkan QR Code pada semester gasal tahun akademik 2018/2019. “Dengan adanya QR Code ini, dosen dan mahasiswa semakin kerja dua kali”
Mari Bergabung!

Mari Bergabung!

Berita
Unit Kegiatan Pers Kampus Mahasiswa (UKPKM) Tegalboto merupakan salah satu pers mahasiswa di lingkungan Universitas Jember (UJ). Melalui Musyawarah Unit Aktivitas Penerbitan Kampus se-UJ, pada 26 November 1992 UKPKM Tegalboto diformalkan. UKPKM Tegalboto diakui secara de jure pada 17 April 1993, dengan surat kerja yang terbit pada 16 November 1993. UKPKM Tegalboto sejak awal berdiri mengusung tagline “Menuju Demokrasi Kerakyatan”. Tagline ini berubah pada tahun 2000 menjadi “Menuju Pencerahan Masyarakat”. UKPKM Tegalboto mewadai teman-teman mahasiswa di lingkungan Universitas Jember yang ingin mengembangkan kemampuannya di dunia jurnalisme. Adapun bidang yang dikembangkan disini mencakup keorganisasian, kepenulisan, litbang, fotografi dan layout. Bagi teman-teman yang ingin berga
Panggung Solidaritas Untuk Petani Temon

Panggung Solidaritas Untuk Petani Temon

Berita
Aninditya Ardana* “Panggung Solidaritas Perjuangan Petani Temon” oleh Aliansi Perpustakaan Jalanan bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kampus (DKK) berlangsung Senin (23/04/2018) bertempat di depan halaman gedung Ki Hajar Dewantara Fakultas Ilmu Budaya. Acara ini sempat tertunda sekitar 40 menit dikarenakan ada beberapa mahasiswa yang masih mempunyai jam kuliah meminta panitia untuk menunda dimulainya acara “Panggung Solidaritas Perjuangan Petani Temon” ini akan diisi dengan pemutaran film dan diskusi, pembacaan puisi serta musik akustik. Ada tiga film yang akan diputar yaitu HAM Aku Neng Kene, Kinjeng Wesi, dan Tanah Istimewa. Sadam selaku ketua panitia menuturkan bahwa “Panggung Solidaritas Perjuangan Petani Temon” ini bermula dari cerita salah satu anggota Aliansi Perpustakaan Jemb
Aku Fingerprint, Maka Aku (Belum Tentu) Ada

Aku Fingerprint, Maka Aku (Belum Tentu) Ada

Berita
Fingerprint adalah sebuah sistem presensi secara online melalui pembacaan sidik jari lewat sebuah alat. Sistem presensi ini menggeser keberlakuan absen manual melalui tanda tangan dikertas. Hal ini sudah berlaku lima minggu di Fakultas Hukum Universitas Jember. Fakultas Hukum menjadi pelopor pertama yang menjalankan fingerprint. ”Wakil Rektor I menganggap sarana dan prasarana yang ada memadai dan ada” ujar Dr. Dyah Ochtorina Susanti, S.H, M.Hum selaku Wakil Dekan I Fakultas Hukum. Dyah juga menambahkan ide fingerprint ini dipadukan dengan konsep E learning dengan tujuan sebagai arsip pembelajaran yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa dan melihat kejujuran mahasiswa. Alur presensi melalui fingerprint ini tentunya berbeda dengan presensi manual. Ketika manual mahasiswa hanya mena
Budak Jam Enam Pagi

Budak Jam Enam Pagi

Berita
Kita adalah budak-budak jam enam pagi. Jam tujuh, kemanusiaan kita mulai menghilang. Kita menjadi sekolah. Kita menjadi kurikulum. Menjadi pengetahuan. Kita menjadi negara. Jam delapan, kita benar-benar hilang.  Sepotong monolog di atas menjadi salah satu pembuka pertunjukan Keinginan Membunuh Keinginan yang dimainkan komunitas Gelanggang pada 24 Maret 2018. Bertempat di Ruang Kuliah Bersama (RKB) Politeknik Negeri Jember, teater tersebut dimainkan oleh dua aktor, Yuda dan Prasta. Lampu yang menyorot panggung berpendar terang. Iringan gitar dan erhu (salah satu alat musik gesek dari Cina) mengalun lembut. Sembari membawa pengeras suara, Yuda bermonolog menggambarkan hari-hari yang terkungkung oleh rutinitas. Di bagian kiri panggung, Prasta mulai membongkar isi tas ranselnya yang penuh