Berita

Panggung Solidaritas Untuk Petani Temon

Panggung Solidaritas Untuk Petani Temon

Berita
Aninditya Ardana* “Panggung Solidaritas Perjuangan Petani Temon” oleh Aliansi Perpustakaan Jalanan bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kampus (DKK) berlangsung Senin (23/04/2018) bertempat di depan halaman gedung Ki Hajar Dewantara Fakultas Ilmu Budaya. Acara ini sempat tertunda sekitar 40 menit dikarenakan ada beberapa mahasiswa yang masih mempunyai jam kuliah meminta panitia untuk menunda dimulainya acara “Panggung Solidaritas Perjuangan Petani Temon” ini akan diisi dengan pemutaran film dan diskusi, pembacaan puisi serta musik akustik. Ada tiga film yang akan diputar yaitu HAM Aku Neng Kene, Kinjeng Wesi, dan Tanah Istimewa. Sadam selaku ketua panitia menuturkan bahwa “Panggung Solidaritas Perjuangan Petani Temon” ini bermula dari cerita salah satu anggota Aliansi Perpustakaan Jemb
Aku Fingerprint, Maka Aku (Belum Tentu) Ada

Aku Fingerprint, Maka Aku (Belum Tentu) Ada

Berita
Fingerprint adalah sebuah sistem presensi secara online melalui pembacaan sidik jari lewat sebuah alat. Sistem presensi ini menggeser keberlakuan absen manual melalui tanda tangan dikertas. Hal ini sudah berlaku lima minggu di Fakultas Hukum Universitas Jember. Fakultas Hukum menjadi pelopor pertama yang menjalankan fingerprint. ”Wakil Rektor I menganggap sarana dan prasarana yang ada memadai dan ada” ujar Dr. Dyah Ochtorina Susanti, S.H, M.Hum selaku Wakil Dekan I Fakultas Hukum. Dyah juga menambahkan ide fingerprint ini dipadukan dengan konsep E learning dengan tujuan sebagai arsip pembelajaran yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa dan melihat kejujuran mahasiswa. Alur presensi melalui fingerprint ini tentunya berbeda dengan presensi manual. Ketika manual mahasiswa hanya mena
Budak Jam Enam Pagi

Budak Jam Enam Pagi

Berita
Kita adalah budak-budak jam enam pagi. Jam tujuh, kemanusiaan kita mulai menghilang. Kita menjadi sekolah. Kita menjadi kurikulum. Menjadi pengetahuan. Kita menjadi negara. Jam delapan, kita benar-benar hilang.  Sepotong monolog di atas menjadi salah satu pembuka pertunjukan Keinginan Membunuh Keinginan yang dimainkan komunitas Gelanggang pada 24 Maret 2018. Bertempat di Ruang Kuliah Bersama (RKB) Politeknik Negeri Jember, teater tersebut dimainkan oleh dua aktor, Yuda dan Prasta. Lampu yang menyorot panggung berpendar terang. Iringan gitar dan erhu (salah satu alat musik gesek dari Cina) mengalun lembut. Sembari membawa pengeras suara, Yuda bermonolog menggambarkan hari-hari yang terkungkung oleh rutinitas. Di bagian kiri panggung, Prasta mulai membongkar isi tas ranselnya yang penuh
Singo Gendeng : Merawat Kelestarian Budaya Jawa

Singo Gendeng : Merawat Kelestarian Budaya Jawa

Berita
Berangkat dengan tekad bulat untuk ngopi, saya menuju ke daerah Talangsari. Hari masih sore pukul 20.38 WIB, saya duduk di warung kopi “Wakji” Talangsari. Kopi hitam dan tembakau lintingan menjadi penghias meja yang harus ada. Aneh , ada alunan musik tradisional yang saya dengar, bukan bunyi “welcome to mobile legend”. Tepat di seberang warung kopi ada kerumunan warga yang membuat saya penasaran. Sambil menunggu kopi, saya meneruskan melinting tembakau dan mencoba ngintip dari jauh ada apa di balik kerumunan tersebut. Rasa penasaran saya tidak terbendung lagi. Akhirnya saya seruput kopi, menyulut tembakau dan bergegas menyeberang menuju sumber alunan khas jawa tersebut. Sekerumunan warga berkumpul menyaksikan tontonan pagelaran pinggir jalan. Semua kalangan membaur dari mulai Pak RT, an
Kelas Pantomim: Persamaan Persepsi Seni Pertunjukan Pantomim Jember

Kelas Pantomim: Persamaan Persepsi Seni Pertunjukan Pantomim Jember

Berita
            Sejak Rabu (21/02/2018) sampai Kamis (22/02/2018), suasana di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Jember (UJ) tampak sedikit berbeda. Hal tersebut dikarenakan adanya sebuah “Workshop Kelas Pantomim” yang diadakan oleh Komunitas Jember Pantomime (J’mime) bekerjasama dengan UKM Kesenian UJ. Workshop ini merupakan yang pertama kalinya dari kerjasama antara kedua belah pihak di tahun 2018 ini. Menurut seorang perwakilan dari UKM Kesenian UNEJ yaitu Lailatus Siyamu Fitri, acara ini bertujuan untuk memberikan materi dasar tentang pantomim untuk guru-guru Sekolah Dasar (SD) karena belakangan tiap tahunnya ada perlombaan mulai dari kecamatan hingga ke provinsi. Alasan workshop ini ditujukan untuk guru SD beserta anak didiknya dikarenakan ingin mengenalkan seni pertunju