Berita

Singo Gendeng : Merawat Kelestarian Budaya Jawa

Singo Gendeng : Merawat Kelestarian Budaya Jawa

Berita
Berangkat dengan tekad bulat untuk ngopi, saya menuju ke daerah Talangsari. Hari masih sore pukul 20.38 WIB, saya duduk di warung kopi “Wakji” Talangsari. Kopi hitam dan tembakau lintingan menjadi penghias meja yang harus ada. Aneh , ada alunan musik tradisional yang saya dengar, bukan bunyi “welcome to mobile legend”. Tepat di seberang warung kopi ada kerumunan warga yang membuat saya penasaran. Sambil menunggu kopi, saya meneruskan melinting tembakau dan mencoba ngintip dari jauh ada apa di balik kerumunan tersebut. Rasa penasaran saya tidak terbendung lagi. Akhirnya saya seruput kopi, menyulut tembakau dan bergegas menyeberang menuju sumber alunan khas jawa tersebut. Sekerumunan warga berkumpul menyaksikan tontonan pagelaran pinggir jalan. Semua kalangan membaur dari mulai Pak RT, an
Kelas Pantomim: Persamaan Persepsi Seni Pertunjukan Pantomim Jember

Kelas Pantomim: Persamaan Persepsi Seni Pertunjukan Pantomim Jember

Berita
            Sejak Rabu (21/02/2018) sampai Kamis (22/02/2018), suasana di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Jember (UJ) tampak sedikit berbeda. Hal tersebut dikarenakan adanya sebuah “Workshop Kelas Pantomim” yang diadakan oleh Komunitas Jember Pantomime (J’mime) bekerjasama dengan UKM Kesenian UJ. Workshop ini merupakan yang pertama kalinya dari kerjasama antara kedua belah pihak di tahun 2018 ini. Menurut seorang perwakilan dari UKM Kesenian UNEJ yaitu Lailatus Siyamu Fitri, acara ini bertujuan untuk memberikan materi dasar tentang pantomim untuk guru-guru Sekolah Dasar (SD) karena belakangan tiap tahunnya ada perlombaan mulai dari kecamatan hingga ke provinsi. Alasan workshop ini ditujukan untuk guru SD beserta anak didiknya dikarenakan ingin mengenalkan seni pertunju
RAKARA : Sebuah Konsepsi Pencarian Jati Diri dalam Pertunjukan Teater Dari Tanah Madura

RAKARA : Sebuah Konsepsi Pencarian Jati Diri dalam Pertunjukan Teater Dari Tanah Madura

Berita
Pawonc Artspace merupakan salah satu tempat yang sering dijadikan mahasiswa berkumpul untuk sekadar berdiskusi, berbincang, ngopi sampai mengadakan pertunjukkan sastra dan seni. Malam itu, (21/02/2018) suasana di Pawonc Artspace lebih ramai dari hari-hari biasanya. Hal tersebut dikarenakan di Pawonc Artspace sedang berlangsung pertunjukan teater antropologi berjudul “Rakara”. Konsepsi teater Rakara merupakan sebuah asal-usul sehingga termasuk ke dalam Teater Antropologi. Istilah teater antropologi itu sendiri merupakan sebuah konsepsi daripada sang sutrada yaitu Anwari, seorang pemuda kelahiran Sumenep yang menamatkan pendidikannya di jurusan Drama, Sendratasik (Seni, Drama, Tari, dan Musik) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 2014 lalu. Anwari juga merupakan anggota kelompok Padep
Istirahatlah Kata-Kata : Berpuisi dalam Pelarian

Istirahatlah Kata-Kata : Berpuisi dalam Pelarian

Berita
  Selasa malam (20/02/2018), acara pemutaran dan diskusi film Istirahatlah Kata-Kata yang berlangsung di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Jember berhasil menarik antusiasme penonton . Hal ini bisa dilihat dari banyaknya penonton yang hampir memenuhi gedung PKM tersebut. Gedung yang menjadi tempat terselenggaranya banyak kegiatan mahasiswa tersebut, malam ini di desain dengan serba gelap dengan layar lebarnya yang menjadi pusat perhatian  penonton. Film Istirahatlah Kata-Kata disutradarai oleh Yosep Anggi Noen yang rilis pada tahun 2017. Film ini mengkisahkan seorang Wiji Thukul yang sedang dalam masa pelariannya. Pada masa orde baru tahun 1996, Partai Rakyat Demokrasi dianggap sebagai partai yang terlarang karena tujuannya ingin menggulingkan pemerintah. Saa
Panggung Solidaritas “Kabut Pekat di Wajah Petani”

Panggung Solidaritas “Kabut Pekat di Wajah Petani”

Berita
Aliansi Peduli Petani menggelar acara bertajuk “Kabut Pekat di Wajah Petani” di Alun-Alun Jember (20/02/2018). Rangkaian acara meliputi pembacaan puisi dan orasi, musikalisasi puisi, teaterikal puisi serta nyanyian kemanusiaan dibawakan secara maraton mulai jam 08.00-22.00 WIB. Acara “Kabut Pekat di Wajah Petani” ini merupakan sebuah panggung untuk seruan solidaritas untuk petani berem di desa Sumberejo Ambulu yang mendapatkan intimidasi dari beberapa pihak. Muhammad Baharudin selaku ketua panitia menyebutkan bahwa sebelumnya dari Aliansi Peduli Petani dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sempat mengadakan aksi serupa sebanyak dua kali terkait kasus tersebut. “Sudah dua kali acara seperti ini, namun tidak ada kejelasan dari pemerintah kabupaten,” ungkapnya. Tidak adanya kejela