Berita

Istirahatlah Kata-Kata : Berpuisi dalam Pelarian

Istirahatlah Kata-Kata : Berpuisi dalam Pelarian

Berita
  Selasa malam (20/02/2018), acara pemutaran dan diskusi film Istirahatlah Kata-Kata yang berlangsung di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Jember berhasil menarik antusiasme penonton . Hal ini bisa dilihat dari banyaknya penonton yang hampir memenuhi gedung PKM tersebut. Gedung yang menjadi tempat terselenggaranya banyak kegiatan mahasiswa tersebut, malam ini di desain dengan serba gelap dengan layar lebarnya yang menjadi pusat perhatian  penonton. Film Istirahatlah Kata-Kata disutradarai oleh Yosep Anggi Noen yang rilis pada tahun 2017. Film ini mengkisahkan seorang Wiji Thukul yang sedang dalam masa pelariannya. Pada masa orde baru tahun 1996, Partai Rakyat Demokrasi dianggap sebagai partai yang terlarang karena tujuannya ingin menggulingkan pemerintah. Saa
Panggung Solidaritas “Kabut Pekat di Wajah Petani”

Panggung Solidaritas “Kabut Pekat di Wajah Petani”

Berita
Aliansi Peduli Petani menggelar acara bertajuk “Kabut Pekat di Wajah Petani” di Alun-Alun Jember (20/02/2018). Rangkaian acara meliputi pembacaan puisi dan orasi, musikalisasi puisi, teaterikal puisi serta nyanyian kemanusiaan dibawakan secara maraton mulai jam 08.00-22.00 WIB. Acara “Kabut Pekat di Wajah Petani” ini merupakan sebuah panggung untuk seruan solidaritas untuk petani berem di desa Sumberejo Ambulu yang mendapatkan intimidasi dari beberapa pihak. Muhammad Baharudin selaku ketua panitia menyebutkan bahwa sebelumnya dari Aliansi Peduli Petani dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sempat mengadakan aksi serupa sebanyak dua kali terkait kasus tersebut. “Sudah dua kali acara seperti ini, namun tidak ada kejelasan dari pemerintah kabupaten,” ungkapnya. Tidak adanya kejela
Open Recruitment 2018: Mari Berproses Bersama UKPKM Tegalboto

Open Recruitment 2018: Mari Berproses Bersama UKPKM Tegalboto

Berita
Salam Pers Mahasiswa! Hallo mahasiswa! Pramodya Ananta Toer mengatakan jika menulis adalah bekerja untuk keabadian. Meninggalkan jejak untuk selalu diingat oleh manusia lain, bahwa ia pernah ada. Mengukir sebuah sejarah untuk manusia itu sendiri. Untuk bisa menulis, Kuntowijoyo mengatakan ada tiga syarat: Menulis, menulis dan menulis. Menulis apa? J.K Rowling mengatakan mulailah dengan apa yang kamu ketahui, pengalaman dan perasaanmu. Bagi seorang jurnalis, menulis adalah suara untuk menyampaikan kebenaran. Menyampaikan suara pada mereka yang tak bisa bersuara. Menurut Andreas Harsono ketika kekuasaan menindas akal, maka jurnalisme harus melawan. Sekilas tentang Unit Kegiatan Pers Kampus Mahasiswa (UKPKM) Tegalboto merupakan pers mahasiswa (persma) yang berdiri pada 1993. Tega...
Pesta Demokrasi Fakultas Hukum

Pesta Demokrasi Fakultas Hukum

Berita
Penulis: Rizaldi Abdilah* Pemilu raya Universitas Jember (UJ) tengah berlangsung di setiap fakultas (2/11/2017), begitu pula di fakultas hukum. Pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) dilakukan secara online melalui SISTER. Untuk pemilu raya yang pertama kalinya, KPUM UJ mengusung sistem E-TPS. Melalui sistem ini, Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa menggunakan hak pilihnya di TPS yang telah ditentukan menggunakan komputer yang tersedia. Bertempat di ruangan MMC, pemilihan dimulai sejak pukul 08.00 WIB. "Pemilihan sudah dimulai sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB” ucap Moch. Musta’anul Khusni selaku Ketua KPUM. Puluhan mahasiswa berbaris didepan E-TPS untuk menunggu gilirannya masuk. "Dari mahasiswa fakultas hukum sendiri ya sangat antusias, terlihat
FIB Menolak BEM

FIB Menolak BEM

Berita
Kamis, 2 November 2017 Universitas Jember mengadakan pemilu raya.  13.33 WIB saya sudah ada di Pendopo Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UJ. Lima komputer yang ada berjejer itu tidak ada yang menggunakan. Berbeda ketika pukul 8.27 pagi tadi di FKIP. Sudah ada orang bergerombol mengantre di depan pintu dan duduk di ruang tunggu.  Di tangga pendopo terlihat beberapa orang yang sedang duduk. Pada waktu itu baru 112 peserta yang memilih dari 1775  daftar pemilih tetap. Elisa, yang menjadi saksi mengatakan bahwa di FIB sepi pemilih, berbeda dengan fakultas lain. Ia tidak tahu alasannya mengapa sepi pemilih, karena ia bukan mahasiswa FIB. Menurut Setya Hanafi (pemilih) , sepinya pemilih dikarenakan kurangnya sosialisasi. Sosialisasi hanya di KAUJE tidak di setiap fakultas. Menurutnya pula, tidak ber