Risalah

Kelasku Ada di Luar Kelas

Kelasku Ada di Luar Kelas

Risalah
Mahasiswa dihukum mengelilingi lapangan. (Foto: Bagus) Bagus* Sesuai dengan Kartu Rencana Studi (KRS) yang terprogram awal semester, pagi itu (7/11/2018) saya memiliki jadwal Mata Kuliah Umum (MKU) Kewarganegaraan di gedung Fakultas Ilmu komputer.  Kuliah itu dijadwalkan berlangsung pukul 10.40 WIB, bertempat di ruang kelas 34.  Tidak ada yang spesial dari ruangan bercat putih itu, hanya saja terasa cukup dingin dengan dua air conditionernya. Saya datang beberapa menit sebelum jadwal yang ditentukan.  Memilih kursi di barisan paling belakang, saya dan teman satu jurusan terlarut dalam perbincangan santai sembari menunggu kelas dimulai.  Begitupun teman-teman yang lain.  Suasana kelas menjadi cukup ramai saat itu. Sekitar sepuluh menit berselang, laki-laki berperawakan gempal deng
Perempuan-perempuan di Lingkaran Persma

Perempuan-perempuan di Lingkaran Persma

Risalah
Sebelum melangkah lebih jauh, saya akan mengawali tulisan ini dengan beberapa petunjuk bagi pembaca. Yang pertama, tulisan ini tidak mengandung tips-tips untuk menjadi perempuan yang menawan di kalangan persma. Yang kedua, tulisan ini tidak mengandung unsur provokasi agar lebih banyak lagi perempuan yang bergabung di Persma. Yang ketiga, tulisan ini juga bukan bahan ajakan bagi pembaca untuk mempelajari teori-teori feminisme yang penulis sendiri juga tak tahu banyak tentangnya. Intinya, membaca ya membaca saja. Lanjut ya silakan, berhenti sampai sini ya diperbolehkan! Sebagai salah seorang persma, saya menyadari jika hingga hari ini angka persma perempuan meningkat dari era-era sebelumnya. Sebut saja di Jember, hampir semua LPM didominasi oleh kaum perempuan. Di forum PU (Pemimpin U...
Yang Bernafaskan Keberagaman

Yang Bernafaskan Keberagaman

Risalah
Kaum Nasrani di Wonosobo merayakan Natal tanpa ada riak. Kiai dan pendeta aktif menebarkan kerukunan. Kidung menyusup senja di lereng Gunung Mbeser. Tiga ratusan orang bersenandung memuja kebesaran Tuhan di depan altar. Jemaat mengikuti kebaktian Natal di Gereja Pantekosta Dusun Kaliputih, Desa Kaliputih, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Bondowoso, Rabu, 25 Desember lalu. Cemara Natal berdiri di dekat altar. Pucuk cemara hampir menyentuh langit-langit gereja. Kelap-kelip lampu serta rangkaian kembang mawar dan melati mempercantik cemara. Gereja Pantekosta Kaliputih ini berdiri damai di tengah mayoritas umat Islam. Jemaat yang beribadah petang itu datang dari berbagai penjuru Wonosobo. Koran Tempo, Jumat 27 Desember 2013   Media jurnalistik menjadi cerminan dari masyarakat pembacanya.
Meja Redaksi : Medan Pertempuran Mengalahkan Diri Sendiri

Meja Redaksi : Medan Pertempuran Mengalahkan Diri Sendiri

Risalah
Penulis: Herman Setiawan* “Ketika seseorang ingin bersungguh-sungguh mengejar hal yang akan dicapai, ia harus masuk dalam lingkungan yang tepat”. Barangkali itu kata filsuf dari antah berantah yang sedang bersemayam di dalam fikiran. Untuk itu, diperlukan niat dan tindakan yang selaras agar khithah bisa digenggam. Sudah dimafhumi bersama, media merupakan ruh atau jiwa dari sebuah organisasi pers. Tak terkecuali Lembaga Pers Mahasiswa (LPM). Tanpa terbitan media, organisasi pers itu dapat dianggap sakit atau bahkan sekarat. Meskipun mereka masih melakukan kerja-kerja secara organisasi, semisal mengadakan acara diskusi atau pelatihan esai tingkat dunia dan akhirat sekalipun. Untuk itu dibutuhkan suatu cara mengelola suatu media agar kehidupan dari organisasi tetap bernafas. &n
Dunia Begitu Bising, Bu!

Dunia Begitu Bising, Bu!

Risalah
  Pagi ini aku ingin menyapamu Bu. Dunia begitu https://www.acheterviagrafr24.com/acheter-viagra-pfizer-tarif/ bising akhir-akhir ini. Betapa orang suka sekali membesar-besarkan sesuatu. Merasa paling benar, berteriak keras dengan mata nanar. Yang satu beropini demi apa yang ia yakini, satunya lagi menimpali dengan alasan yang tak kalah berapi-api. Sakit rasanya kuping ini Bu. Mungkin mereka kurang ngopi, atau mungkin waktu kecil belum diimunisasi. Kekebalan tubuh mereka buruk sekali. Betapa mudah dimasuki penyakit hati dari sana-sini. Bu, begitu banyak manusia di sini yang tak peduli pada kemanusiaan itu sendiri. Tanah saudaranya dikuasai, hak-haknya dirampas tanpa basa-basi. Kisah petani dalam dongeng Si Kancil yang sering Ibu ceritakan waktu kecil begitu mengenaskan nasib...