Uncategorized

“Reputasi dan Kebebasan Berekspresi”  Untuk POROS dan Medianya yang Tak Boleh Mati

“Reputasi dan Kebebasan Berekspresi” Untuk POROS dan Medianya yang Tak Boleh Mati

Risalah, Uncategorized
    Setelah kasus Lentera, pembredelan terhadap media mahasiswa terjadi lagi. Beberapa hari yang lalu, buletin magang POROS, media Pers Mahasiswa UAD (Universitas Achmad Dahlan) dibredel oleh pihak kampus. Mereka dianggap sudah ‘keterlaluan’ dalam pemberitaan, khususnya terkait dengan isu pendirian fakultas kedokteran di UAD. Kampus dianggap masih belum memberikan pelayanan yang maksimal namun sudah beralih pada pembangunan fakultas baru. Kasus semakin melebar hingga aktivitas POROS dibekukan bahkan saat SK belum diturunkan. Sebagai sesama saudara Pers Mahasiswa, yang pernah ngopi bersama, saya sangat kecewa dengan pembredelan tersebut. Beberapa bulan lalu, saya dan beberapa kawan Tegalboto lainnya sempat berkunjung ke Kampus UAD. Cukup aneh mata kami menyaksikan parkiran yan